Sabtu, 22 Agustus 2009

BAB V

JOB DESCRIPTION

(JOBDES)

1. Pendahuluan

Organisasi merupakan suatu sistem yang diadakan dan dirancang untuk mencapai hal – hal yang tidak dapat dicapai individu-individu secara sendiri-sendiri. Orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut memiliki tugasnya masing-masing. Tugas yang dilakukan oleh setiap individu mendefinisikan suatu posisi. Semua posisi yang identik atau mirip akan membentuk suatu pekerjaan dalam organisasi.




Baris atas dari kotak pertama menunjukkan berbagai tugas yang harus dilakukan oleh

bidang Kaderisasi yang dipimpin oleh ketuar bidang

Sebelum melakukan suatu tugas atau pekerjaan, terlebih dahulu harus dilakukan suatu analisa pekerjaan (job analysis). Perlu diingat bahwa analisa pekerjaan tidak sama dengan job description, namun pada akhirnya analisa pekerjaan akan berakhir pada suatu bentuk uraian tugas. Analisis pekerjaan merupakan suatu prosedur pengumpulan dan analisis data yang terdefinisi mengenai tugas dan persyaratan pekerjaan.

Setelah itu untuk memudahkan fungsi dan tanggung jawab masing – masing orang dalam organisasi, maka perlu dibuat suatu uraian tugas / deskripsi kerja. Pada bagan diatas, terlihat bahwa ketika melakukan analisa pekerjaan di PC Surabaya disepakati perlu ada bidang kaderisasi yang selanjutnya dibuatkan suatu uraian tugas dari bidang kaderisasi itu sendiri. Hal ini juga berlaku dalam suatu kepanitian kerja. Sehingga nantinya garis tanggung jawab dan koordinasi dapat dengan jelas dipahami, dan tidak ada overlapping tugas pada tiap- tiap bagian/sie.

2. Hubungan Job description dengan Program kerja

Job description baru dapat dibuat apabila program kerja telah dibuat, karena Jobdes adalah suatu perincian dari tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh pelaksana Program kerja.

3. Pengertian Job description

Haruslah dibedakan pengertian antara tugas dengan uraian tugas. Tugas adalah sepotong kerja yang dibebankan untuk diselesaikan berdasarkan suatu standar dalam suatu kurun waktu. Sedangkan uraian tugas merupakan suatu pernyataan faktual dari tugas-tugas, tanggung jawab, dan kondisi kerja dari suatu pekerjaan tertentu.

Suatu deskripsi kerja yang lengkap mempunyai dua seksi.

1. Identifikasi informasi

Identifikasi informasi terdiri atas (sekurangnya) judul pekerjaan, siapa yang bertugas.

Contoh :

Susunan Panitia Diklat XX

Sie Acara : 1. Nyoman Bendot

2. Wayan Ompong

3. Made Bengong

2. Ikhtisar tugas – tugas dan tanggung jawab pekerjaan..

Ikhtisar pekerjaan mencakup tugas – tugas yang dilakukan, hubungan antara pekerjaan itu dengan pekerjaan lainnya, peralatan yang digunakan,dan lain sebagainya.

Contoh :

Sie Acara berada dibawah koordinasi ketua, dan bertugas

a. Membuat format acara diklat

b. Menyiapkan materi diklat

c. Menghubungi pemateri

d. Bekerjasama dengan sie transportasi untuk menjemput pemateri,dll

4. Panduan Dalam Membuat Job Description

Deskripsi kerja yang bagus adalah lengkap, langsung, dan jelas. Ada beberapa garis panduan gaya dalam membuat deskripsi kerja :

1. Buatlah diskripsi secara rinci mengenai tugas / pekerjaan

2. Sertakan nama penanggung jawab tugas tersebut

3. Mengawali setiap kalimat dalam ikhtisar pekerjaan dengan suatu kata kerja aktif “melaksanakan MPAB” bukan “dilaksanakan MPAB”.

5. Siapa yang dan kapan harus membuat Job Description ?

Yang bertanggung jawab atas pembuatan Job Description adalah ketua panitia, yang dalam pengerjaannya dibantu oleh personil Streering Commite (SC) dan personil panitia yang lain. Ketua panitia bertanggungjawab sejak dari pembagian tugas dalam Job Description hingga pengontrollan di lapangan untuk menghindarkan terjadinya ovelap tugas dan wewenang. Job description harus dibuat sejak acara telah direncanakan, sejak Surat Keputusan pembentukan kepanitiaan keluar, ketua panitia telah harus menyiapkan Job Description.


6. Contoh Job Description

Nama Panitia, Jabatan dan Jobdes

No

Nama

Jabatan dalam Tim

Job Description

1

Putu Belog

Ketua Panitia merangkap SC

1. Pendanaan

2. SC Editing materi hari kedua

3. Koordinator seluruh Acara

4. Hubungan keluar (PP)

5. Membuat penjelasan atas metode TOT dan hal-hal teknis yang berhubungan dengannya dalam bentuk tertulis

2

Made Goblog

Wakil Ketua Panitia merangkap SC

1. Pendanaan

2. SC Editing materi hari pertama

3. Wakil Koordinator seluruh acara

4. Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan Evaluasi Diklat yang meliputi :

a. Evaluasi Pemateri

b. Evaluasi Acara

c. Evaluasi Keseluruhan

3

Nyoman Tolol

Sekretaris Panitia

Merangkap sie publikasi dan kesekretariatan

1. Kesekretariatan

a. Surat menyurat

b. Hubungan keluar - Sosialisasi TOT ke daerah-daerah sekaligus konfirmasi kedatangan dan kepulangan peserta (koordinasi dengan sie peserta)

c. Fotocopy materi dan non materi

2. Mempersiapkan Diklat Kit hingga selesai, dan bertanggungjawab atas pembagian Diklat Kit kepada peserta

4

Ketut Idiot

Bendahara Panitia merangkap sie materi pada hari H

1. Pendanaan

2. Keuangan

a. Pencatatan

b. Pembayaran kepada koordinator

c. Laporan keuangan

3. Mengatur kesiapan pemateri

5

Gede Imbisil

Koord. Sie Acara

1. Mengatur acara dan estimasi waktu

2. Mempersiapkan acara diluar ruangan

3. Mengkoordinasikan sie lain pada saat hari H

6

Kadek Longor

Koord. Sie. Peserta & Akomodasi

1. Mengkategori, membagi dan mengatur seluruh peserta, sejak dari kedatangan hingga kembali ke daerah masing-masing

2. Mengatur dan bertanggungjawab atas seluruh hal yang berhubungan dengan akomodasi peserta selama di Surabaya

3. Absensi peserta pada saat acara

4. Bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta

7

Komang Bedu

Koord. Sie. Dokumentasi

Mengambil gambar, mencuci, mencetak, memajang dan menjual foto hasil cetakan

8

Ketut Blo’on

Koord. Sie. Transportasi

Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan perpindahan tempat para peserta sejak kedatangan peserta hingga kembali ke daerah masing-masing

9

Raden Mas Lengeh

Koord. Sie Konsumsi

Bertanggungjawab atas seluruh kebutuhan makan dan minum peserta dan panitia sejak kedatangan peserta hingga kembali ke daerah masing-masing

10

Roro Ayu Lemot

Koord Sie Perlengkapan

1. Bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan perlengkapan yang diminta oleh sie yang lain

2. Bertanggung jawab atas kondisi ruangan diklat dan perlengkapannya

11

Ginuk-ginuk

Angg Sie Kesekretariatan

1. Menerima tugas dari koordinatornya

2. Bertanggungjawab atas wewenang yang telah diberikan koordinatornya

12

Cantik

Angg Sie Konsumsi

13

Ayu

Angg Sie Peserta

14

Manis

Angg Sie Akomodasi

15

Cakep

Angg Sie Transportasi

16

Keren

Angg Sie Perlengkapan

18

Ca’em

Angg Sie Acara

Rabu, 05 Agustus 2009

PURWODADI KOTA THE BEST EFFORT

Karanganyar (Espos) Tiga kabupaten di Soloraya, yakni Karanganyar, Sragen, dan Boyolali, berhasil mempertahankan penghargaan kebersihan Adipura pada tahun ini untuk kategori kota kecil. Sementara itu Kota Solo lagi-lagi gagal meraih penghargaan tersebut.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, saat dihubungi Espos, Rabu (4/6), membenarkan keberhasilan Karanganyar mempertahankan Adipura. ”Penghargaan akan diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) besok pagi (hari ini—red) di Istana Negara bersamaan peringatan Hari Lingkungan Hidup,” kata Rina.
Rina mengakui penilaian Adipura tahun ini lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, Kementerian Negara Lingkungan Hidup tidak memberi tahu kapan kedatangan tim penilai. ”Jadi, daerah harus betul-betul siap saat tim penilai datang. Sejak awal daerah dituntut untuk berbenah diri terhadap segala aspek penilaian kebersihan,” ujarnya.
Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (KIK) Karanganyar, Iskandar, menambahkan setelah menerima penghargaan tersebut, Bupati akan membawa ke Karanganyar pada sore harinya. Pada Kamis malam, digelar acara penyambutan di Pendapa Rumah Dinas Bupati. ”Rencananya tidak ada kirab dari Bandara ke Pendapa. Di Pendapa, Adipura akan disambut oleh jajaran Pemkab Karanganyar beserta sejumlah tokoh masyarakat dan para pelaku kebersihan, termasuk dari kalangan pedagang,” terang dia.
Iskandar menjelaskan tahun ini, Karanganyar mendapatkan penghargaan Adipura untuk kategori kota kecil terbersih.
Sementara bagi Kabupaten Sragen, penghargaan Adipura itu untuk kali kesekian. Sebelumnya, Sragen berturut-turut mendapat penghargaan serupa tahun 2004, 2005, 2006 dan 2007.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Tata Kota Sragen, Edy Sulistyo, menjelaskan keberhasilan Bumi Sukowati memperoleh penghargaan Adipura tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, penilaian untuk mendapatkan Adipura tahun ini lebih ketat dibandingkan tahun 2007. ”Penetapan passing grade yang lebih tinggi seiring meningkatnya pengelolaan lingkungan perkotaan meliputi kebersihan dan ruang terbuka hijau,” ujarnya.
Sedangkan bagi Kabupaten Boyolali, penghargaan ini merupakan kali ketiga setelah tahun 2006 dan 2007 juga memperoleh piala serupa. Kepala Badan Lingkungan Hidup, Agus Partono, melalui Kasubid Pengembangan Kapasitas, Nur Azis, menyatakan perolehan ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Boyolali. Pasalnya, hal itu tepat saat memperingati HUT ke-161 Kabupaten Boyolali.
Sementara itu Kota Solo lagi-lagi gagal meraih Adipura tahun ini. Tahun lalu, Kota Solo juga gagal meraih penghargaan itu. Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Solo tidak berhasil meraih Adipura tahun ini. ”Solo tidak dapat Adipura, lha wong tidak terima undangan penyerahan penghargaan berarti tidak dapat. Lebih jelasnya silakan tanya Pak Supono (Kepala KLH-red) saja,” kata Rudy ketika dihubungi Espos, Rabu malam.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Solo, Supono, mengatakan hingga Rabu malam, pihaknya belum menerima undangan soal penyerahan penghargaan Adipura yang akan dilakukan Kamis (5/6) ini. ”Hingga sekarang kami belum terima undangan. Coba cek ke Bagian Umum dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP),” ujar Supono. Dia melanjutkan kalaupun tahun ini gagal meraih Adipura, berarti hal itu harus menjadi pembelajaran agar lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.
Kepala DKP Solo, Ponco Wibowo, ketika dihubungi mengatakan hingga Rabu malam belum mengetahui soal undangan penghargaan Adipura itu. Dia justru meminta Espos menanyakan hal tersebut kepada Kepala KLH lantaran KLH sebagai leading sector upaya meraih Adipura.
Hal senada diungkapkan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Solo, Eny Tiyasni Susana. Dia mengatakan hingga Rabu malam belum ada undangan untuk Walikota Solo terkait penyerahan penghargaan tersebut.

Kota-kota di Jawa penerima penghargaan Adipura 2008

Kategori kota kecil
1. Indramayu (Jawa Barat)
2. Ciamis (Jawa Barat
3. Kuningan (Jawa Barat)
4. Banjarnegara (Jawa Tengah)
5. Sragen (Jawa Tengah)
6. Boyolali (Jawa Tengah)
7. Karanganyar (Jawa Tengah)
8. Lamongan (Jawa Timur)
9. Tuban (Jawa Timur)
10. Magetan (Jawa Timur)
11. Sumenep (Jawa Timur)
12. Wlingi (Jawa Timur)
13. Bangil (Jawa Timur)
14. Ngawi (Jawa Timur)
15. Caruban (Jawa Timur)
16. Kepanjen (Jawa Timur)

Kategori kota sedang
1. Cianjur (Jawa Barat)
2. Jepara (Jawa Barat)
3. Magelang (Jawa Tengah)
4. Lumajang (Jawa Timur)
5. Blitar (Jawa Timur)
6. Gresik (Jawa Timur)

Kategori kota metropolitan
1. Jakarta Selatan
2. Jakarta Barat
3. Jakarta Utara
4. Jakarta Pusat
5. Surabaya

Kategori kota “best effort”
1. Purwodadi (Jawa Tengah)
2. Blora (Jawa Tengah)
3. Purbalingga (Jawa Tengah)
4. Pasuruan (Jawa Timur)

Plakat kategori lokasi taman terbaik
1. Jakarta Pusat
2. Malang

PERHELATAN PIALA ADIPURA 2006/2007

DAFTAR PERINGKAT NILAI FISIK P1
PROGRAM ADIPURA TAHUN 2006-2007

Rabu, 31 Januari 2007

Tim Penilai Adipura Jawa Tengah Periode I Tahun 2006 - 2007 yang terdiri dari: Kementerian Lingkungan Hidup, Bappedal Provinsi Jawa Tengah, Bapeda Provinsi Jawa Tengah, Perguruan Tinggi, LSM, PKK dan Wartawan. Pada Bulan September 2006 telah melakukan penilaian Adipura terhadap 35 Kab./Kota se Jawa Tengah dengan hasil sebagai berikut:

NO
KOTA
KATEGORI
KABUPATEN
NILAI
1
Jepara
Sedang
Kab. Jepara
74.76
2
Sragen
Kecil
Kab. Sragen
74.15
3
Karanganyar
Kecil
Kab. Karanganyar
69.95
4
Wonosobo
Kecil
Kab. Wonosobo
69.72
5
Banjarnegara
Kecil
Kab. Banjarnegara
69.05
6
Boyolali
Kecil
Kab. Boyolali
68.94
7
Kudus
Sedang
Kab. Kudus
67.62
8
Purwokerto
Sedang
Kab. Banyumas
66.10
9
Batang
Kecil
Kab. Batang
65.63
10
Magelang
Sedang
Kota Magelang
65.52
11
Temanggung
Kecil
Kab. Temanggung
65.15
12
Semarang
Metropolitan
Kota Semarang
64.75
13
Wonogiri
Kecil
Kab. Wonogiri
64.55
14
Salatiga
Sedang
Kota Salatiga
63.37
15
Slawi
Kecil
Kab. Tegal
62.99
16
Sukoharjo
Kecil
Kab. Sukoharjo
62.82
17
Kebumen
Sedang
Kab. Kebumen
61.99
18
Surakarta
Besar
Kota Surakarta
61.76
19
Cilacap
Sedang
Kab. Cilacap
61.70
20
Rembang
Kecil
Kab. Rembang
61.55
21
Purbalingga
Kecil
Kab. Purbalingga
61.05
22
Purworejo
Kecil
Kab. Purworejo
60.91
23
Klaten
Kecil
Kab. Klaten
60.88
24
Pemalang
Sedang
Kab. Pemalang
60.75
25
Pati
Kecil
Kab. Pati
60.62
26
Tegal
Sedang
Kota Tegal
60.12
27
Pekalongan
Sedang
Kota Pekalongan
60.05
28
Brebes
Kecil
Kab. Brebes
59.69
29
Kajen
Kecil
Kab. Pekalongan
59.51
30
Muntilan
Sedang
Kab. Magelang
58.99
31
Ungaran
Sedang
Kab. Semarang
58.19
32
Kendal
Kecil
Kab. Kendal
56.71
33
Blora
Kecil
Kab. Blora
56.09
34
Purwodadi
Kecil
Kab. Grobogan
55.94
35
Demak
Kecil
Kab. Demak
53.87

Sumber : Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Subid Pengendalian Limbah Padat dan B3